Categories
News

Polisi Cek CCTV soal Cekcok Sekuriti-TS Pemilik ‘Showroom’ Green Lake City

Tangerang – Polisi memeriksa CCTV terkait cekcok TS (21) dengan sekuriti Perumahan Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang, terkait ‘showroom’ di rumah. Polisi akan menganalisis video-video tersebut lebih dulu.”Ada video-video yang lain yang sudah kita kumpulkan. Nanti kita analisa dulu,” kata Kapolsek Cipondoh, AKP Maulana Mukarom, kepada wartawan, Rabu (21/10/2020).Maulana mengatakan pihaknya belum menetapkan status tersangka dalam peristiwa ini. Untuk diketahui, TS melaporkan terkait adanya pemukulan dalam insiden itu.

“Sekarang masih berproses, terus memang belum kita tetapkan tersangka di situ. Sedang kita dalami,” ujar Maulana.Menurut Maulana, ada lima orang sekuriti yang telah diperiksa kepolisian. Selain itu, pelapor, yakni TS, telah dipanggil polisi untuk diperiksa.”Ya (TS) sudah kita lakukan pemeriksaan juga,” katanya.

Informasi Dari : wikipedia.org

Categories
News

Jabar Hari Ini: Trena Treni Segera Bertemu-Demo Mahasiwa di Bandung Ricuh

Bandung – Kakak beradik Trena – Treni akan segera bertemu setelah 20 tahun terpisahkan. Saudara kembar yang terpisah pasca kerusuhan di Ambon itu akan bertemu di Tasikmalaya.Kemudian, aksi mahasiswa yang menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja kembali berakhir ricuh di Bandung. Sementara di Sukabumi, teka-teki pembunuh buruh garmen telah berhasil dikuak oleh polisi. Apa saja yang terjadi di Jabar Hari Ini ? berikut ulasannya :Muncul Klaster Es Jus di Pangandaran

Klaster baru penularan virus Corona muncul di Kabupaten Pangandaran. Penularan lokal ini berawal dari temuan seorang warga penjual es jus di Desa Wonoharjo Kecamatan/Kabupaten Pangandaran yang positif Corona. Sampai Selasa (20/10/2020), sudah ada empat warga yang dinyatakan positif Corona dari klaster tersebut.”Ternyata telah terjadi klaster penularan di tempat penjual minuman buah di Desa Wonoharjo,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pangandaran Yani Achmad Marzuki.Yani menjelaskan kasus ini berawal dari gejala sakit dan sesak nafas yang dialami oleh penjual minuman tersebut. Dia sempat berobat ke sebuah klinik kesehatan. Namun karena gejalanya dianggap mencurigakan pihak klinik merujuk ke RSUD Pandega Pangandaran. “Setelah dilakukan tes swab, hasilnya positif langsung kami rawat di ruang isolasi,” kata Yani.Selain itu, pihaknya langsung melakukan penelusuran atau contact tracing terhadap 13 orang. Hasilnya tiga orang lainnya dinyatakan positif. Ketiganya terdiri dari satu karyawan, seorang anaknya dan satu konsumen.Konsumen yang tertular merupakan seorang guru honorer yang sempat jajan ke warung minuman tersebut. “Semua pasien sudah ditangani, kami tengah melakukan upaya menutup sementara warung es jus yang berdekatan dengan sebuah rumah makan tersebut,” ucap Yani.Yani menduga ada kemungkinan pasien terpapar saat melakukan aktivitas berjualan minuman buah-buahan dan kerap melakukan kontak dengan para pembeli. “Dia kan jualan pasti kan sering belanja ke pasar dan melakukan kontak dengan pembeli saat berjualan. Jadi kemungkinan pasien terpaparnya di situ,” ujar Yani.Sementara itu terpaparnya seorang guru honorer dari klaster ini, mendorong pihak pemerintah melakukan upaya penelusuran kembali. Mereka mengkhawatirkan terjadi penularan di sekolah tempat guru ini mengajar.Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Pangandaran Surman mengaku prihatin dengan adanya laporan bahwa ada salah seorang guru honorer positif Corona. “Padahal saya sudah mewanti-wanti jauh-jauh hari kepada pegawai yang berada di lingkungan Dinas Dikpora termasuk guru untuk tidak mengadakan acara makan-makan ditempat umum seperti rumah makan. Soalnya virus Corona masih ada,” tutur Surman.

Informasi Dari : wikipedia.org

Categories
News

Kejar Pajak Netflix cs, Sri Mulyani: Beberapa Bulan Dapat Rp 96 M

Jakarta – Pemerintah telah mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) sejak 1 Agustus 2020 bagi pelanggan produk digital seperti Spotify, Netflix, dan sebagainya. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, dalam beberapa bulan pemerintah telah memperoleh Rp 96 miliar dari penarikan PPN tersebut.”Seperti Spotify, Netflix, Amazon dan berbagai perusahaan lain yang punya operasi dan pemasaran di Indonesia, dalam waktu beberapa bulan dapatkan hampir Rp 96 miliar dari beberapa perusahaan yang sudah dimintakan untuk koleksi dari PPN.,” kata Sri Mulyani dalam webinar Ulang Tahun Golkar ke-56, Rabu (21/10/2020).Menurutnya, tak hanya Indonesia yang fokus mengejar pajak dari produk digital ini, tapi berbagai negara pun juga melakukannya.

“Pajak digital akan jadi salah satu yang jadi topik pembahasan penting antar negara. Semua ingin merebut dan mendapat bagian dari pajak secara adil terutama income tax. Maka itu kita lakukan berbagai upaya internasional agar negara seperti kita bisa jaga basis pajak terutama saat era digitalisasi di mana batas-batas antar negara jadi sangat tipis,” papar Sri Mulyani.Apalagi, menurutnya potensi produk digital di Indonesia sangat besar. Faktanya, transaksi digital meningkat drastis di Indonesia dalam 5 tahun terakhir.”Dalam hal ini Indonesia punya potensi ekonomi digital terbesar, yaitu US$ 40 miliar. Dan meningkat 5 kali lipat dibandingkan nilai tahun 2015. Sebuah kenaikan sangat cepat dengan magnitude yang makin besar. Jadi potensi sangat besar,” ungkap mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut.Bahkan, menurutnya angka itu akan meningkat lagi dalam 5 tahun ke depan, yakni US$ 133 miliar atau sekitar Rp 1.947 triliun (kurs Rp 14.645).”Dalam 5 tahun ke depan nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan naik lagi dari US$ 40 miliar jadi US$ 133 miliar. Atau ini berarti 2 kali lipat dari nilai ekonomi digital di Thailand,” pungkasnya.Sebagai informasi, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Kementerian Keuangan, Hestu Yoga Saksama mengatakan setoran PPN tersebut ini berasal dari enam perusahaan internasional yang masuk dalam gelombang pertama. Enam perusahaan tersebut adalah Amazon Web Services Inc; Google Asia Pacific Pte. Ltd; Google Ireland Ltd, Google LLC; Netflix International B.V.; dan Spotify AB.
Simak Video “Pemerintah Akan Tunda Iuran BPJS Ketenagakerjaan hingga Akhir 2020″[Gambas:Video 20DavidHall]
(hns/hns)

Informasi Dari : wikipedia.org